Antara Ada dan
Tiada
Wanita
muda itu terkapar di sudut kamar. Matanya nanar...
"Didiiiiinnnnn!"
Tiba-tiba ia seperti
memanggil sebuah nama. Melengking, keras. Namun, kemudian hilang ditelan parau.
Aku sudah berhasil
mengusirnya, sekarang kau hanya perlu membayarku dengan jumlah yang telah kita
sepakati.
“Wahh.. kau anak muda, aku
sempat meremehkanmu. Namun ternyata kau cukup hebat ya. Sekarang Didin pasti
hidup dengan tenang di alamnya.” Katanya sambil tersenyum namun dengan mengusap
air matanya.
“Terimakasih pak, sekarang
Istri bapak harus istirahat karena pasti tenaganya terkuras karena dirasuki
tadi.” Kataku sambil tersenyum.
Aku
Noval, aku adalah mahasiswa di sebuah universitas yang ada di kota Magelang. Aku
termasuk orang pintar namun sangat susah untuk bergaul. Bukan karena apa-apa,
melainkan karena aku bisa melihat hantu. Ya hantu, teman-teman biasa
menganggapku aneh karena kelebihanku ini. Namun aku tidak terlalu menanggapi
pusing. Malah, aku lebih nyaman seperti ini. Hidup sendiri tanpa bergantung
pada orang lain. Ibuku meninggal saat aku masih usia 5 tahun. Beliau meninggal
karena tertabrak mobil pada saat ingin menyebrang jalan. Ibuku meninggal tepat
di depan mataku, aku melihatnya dia tidak tertabrak, akan tetapi didorong oleh
makhluk tak kasat mata. Ayahku pun tau akan hal itu, lalu dia mencari hantu itu
dan tidak kembali sampai sekarang.
Aku bertahan
hidup sampai sekarang karena bekerja sebagai pengusir hantu. Entah mengapa aku
selalu bisa mengusir hantu dengan menyerangnya seperti orang berkelahi. Biasanya,
hantu tidak bisa dipegang bukan? Entah mengapa beberapa hantu di sekitarku ini
bisa aku usir dengan berkelahi dengannya.Di usiaku ini aku termasuk orang yang
dewasa. Aku tidak suka dengan alcohol, merokok, dan menghambur-hamburkan uang. Aku
lebih memilih menabung uang untuk biaya operasi mata agar tidak dapat melihat
hantu lagi.
Malam hari
aku mendapat satu panggilan dari salah satu orang yang membutuhkan bantuanku.
“Ini dengan Noval si pengusir hantu?” kata si
pelanggan.
“Iya ada yang bisa saya bantu?” kata Noval.
“Tolong usirkan hantu di SMA Garuda bisa?” katanya lagi
“Bisa, berapa banyak yang akan kau bayar jika aku
sudah bisa mengusirnya?” kata Noval.
“Bagaimana dengan 2 juta? Apakah kau sanggup? Aku sudah
putus asa, karenanya banyak murid-murid yang pindah sekolah dan sekolah
terancam akan ditutup jika jumlah murid tidak memenuhi standard.
“Hmmm.. baiklah” kata Noval
“Kapan aku harus mengirim uangnya?” kata pelanggan.
“Kau tidak perlu terburu-buru, aku dibayar jika aku
sudah bisa mengusir hantunya.” Kata Noval
“Aku suka dengan cara kerjamu! Baiklah akan aku kirim
alamat sekolahnya.” Kata pelanggan.
Saat
alamat sudah dikirim, aku langsung pergi kesana pada malam itu. Aku kesana
dengan hati senang, karena aku akan dibayar dengan jumlah yang tidak sedikit. Saat
aku tiba disana, aku mendengar bunyi decitan pintu, namun aku tidak takut malah
aku menyuruhnya keluar.
Brak.... (bunyi pintu di gebrak)
“Sini, keluar kau 2 juta ku!” kataku bersemangat.
Aku mengelilingi lorong dan
bertemu dengan hantu yang dimaksud. Hantu tersebut adalah wanita, namun dia
memakai pakaian sekolah. Aku langsung menghajarnya namun hantu tersebut
sepertinya cukup kuat.
“Pantas saja hantu ini harganya mahal” kataku sambil
mengusap ujung bibir yang berdarah.
“Hei... apa katamu? Hantu mahal? Aku ini manusia tahu!”
kata hantu tersebut.
“Apa? Manusia? Hahahah...” aku tertawa terbahak-bahak,
karena jelas dia adalah seorang hantu.
“Hei.. kenapa kau tertawa? Kau mengejekku?” kata hantu
tersebut.
Hantu
tersebut terlihat sangat kesal lalu menghampiri dan akan menghajarku. Namun aku
tidak menyerah begitu saja. Aku dan hantu tersebut bergelut dengan sengit. Namun
pada malam itu aku kalah, lalu aku pulang kerumah dan berjanji pada diri
sendiri bahwa aku akan kembali ke sekolah itu.
Pada malam
berikutnya, aku mencari hantu itu lagi. Namun hantu tersebut tidak terlihat
batang hidungnya. Tetapi, aku mendengar suara jeritan. Suara itu berasal dari
hantu wanita yang kemarin berkelahi denganku. Aku melihat hantu yang sangat
menyeramkan. Hantu tersebut terlihat ingin mencelakai hantu wanita tersebut. Dengan
otomatis aku menghajar hantu menyeramkan itu. Namun hantu itu terlihat cukup
kuat. Aku tidak sanggup jika aku menghajarnya sendirian, namun ternyata hantu
wanita tersebut membantuku menghajarnya. Aku dengan sekuat tenaga menghajar
hantu menyeramkan itu. Namun, hantu wanita tadi bisa melihat kelemahan hantu
lain. Hantu wanita tadi berteriak menyebutkan kelemahan hantu menyeramkan tadi.
Sehingga aku bisa dengan mudah memusnahkan hantu menyeramkan tadi. Lalu aku berhighfive dengan hantu tadi.
“Aku ingin mengaku, sebenarnya aku yang memanggilmu
kesini. Aku meminta bantuanmu untuk mengusir hantu tadi. Karena aku tahu, aku
tidak bisa mengusirnya sendirian.” Kata hantu itu.
“Tidak apa-apa asal kau membayarku 2 juta. Sesuai dengan
perjanjian.” Kata Noval.
“Bagaimana aku membayar? Aku saja tidak mempunyai uang
sepersen pun.” Kata hantu tadi.
“Haa?? Lalu uang 2 jutaku bagaimana?” kata Noval
“Yasudah ikhlaskan saja. Toh tadi aku juga ikut
membantu.” Kata hantu tadi sambil tertawa.
“Tidak! Aku bukan donasi amal. Jika kau tidak membayar,
kau harus bekerja denganku. Karena sepertinya kau akan berguna.”kataku.
“Hmm... baiklah. Tapi kau juga harus membantuku
mencari ingatanku. Sebenarnya aku lupa dengan namaku. Namun, di seragamku
tertulis Salsa. Kau bisa memanggilku Salsa.” Kata Salsa
“Baiklah Salsa, kau harus bekerja denganku 1 bulan ke
depan.” Kata Noval
Salsa
akhirnya menjadi teman Noval satu-satunya. Dia selalu mengikuti Noval
kemana-mana. Salsa sangat membantu sekali, terutama saat mengusir hantu. Namun lama
kelamaan tumbuhlah benih cinta mereka. Walaupun Salsa duluan yang menyukai
Noval, namun sebenarnya Noval juga memendam rasa itu. Karena, Noval sadar bahwa
dia dan Salsa adalah beda alam. Akhirnya Noval memendamnya.
Hingga
suatu hari, tiba-tiba Salsa menghilang. Noval telah mencarinya kemana-mana
namun tidak bertemu. Hingga suatu saat Noval pergi ke rumah sakit untuk
berobat. Lalu dia menemukan pasien yang bernama Salsa. Dia langsung berlari kearah
Salsa dan memeluknya. Salsa pun langsung ingat dengan Noval dan membalas
pelukannya.
Ternyata
Salsa bukan hantu, tetapi roh yang sedang mencari badannya. Sehingga Noval bisa
tenang dan mengutarakan perasaannya.