Kamis, 05 Januari 2017

cerpen



Antara Ada dan Tiada

Wanita muda itu terkapar di sudut kamar. Matanya nanar...
"Didiiiiinnnnn!" Tiba-tiba ia seperti memanggil sebuah nama. Melengking, keras. Namun, kemudian hilang ditelan parau.
Aku sudah berhasil mengusirnya, sekarang kau hanya perlu membayarku dengan jumlah yang telah kita sepakati.
“Wahh.. kau anak muda, aku sempat meremehkanmu. Namun ternyata kau cukup hebat ya. Sekarang Didin pasti hidup dengan tenang di alamnya.” Katanya sambil tersenyum namun dengan mengusap air matanya.
“Terimakasih pak, sekarang Istri bapak harus istirahat karena pasti tenaganya terkuras karena dirasuki tadi.” Kataku sambil tersenyum.

          Aku Noval, aku adalah mahasiswa di sebuah universitas yang ada di kota Magelang. Aku termasuk orang pintar namun sangat susah untuk bergaul. Bukan karena apa-apa, melainkan karena aku bisa melihat hantu. Ya hantu, teman-teman biasa menganggapku aneh karena kelebihanku ini. Namun aku tidak terlalu menanggapi pusing. Malah, aku lebih nyaman seperti ini. Hidup sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Ibuku meninggal saat aku masih usia 5 tahun. Beliau meninggal karena tertabrak mobil pada saat ingin menyebrang jalan. Ibuku meninggal tepat di depan mataku, aku melihatnya dia tidak tertabrak, akan tetapi didorong oleh makhluk tak kasat mata. Ayahku pun tau akan hal itu, lalu dia mencari hantu itu dan tidak kembali sampai sekarang.
          Aku bertahan hidup sampai sekarang karena bekerja sebagai pengusir hantu. Entah mengapa aku selalu bisa mengusir hantu dengan menyerangnya seperti orang berkelahi. Biasanya, hantu tidak bisa dipegang bukan? Entah mengapa beberapa hantu di sekitarku ini bisa aku usir dengan berkelahi dengannya.Di usiaku ini aku termasuk orang yang dewasa. Aku tidak suka dengan alcohol, merokok, dan menghambur-hamburkan uang. Aku lebih memilih menabung uang untuk biaya operasi mata agar tidak dapat melihat hantu lagi.
          Malam hari aku mendapat satu panggilan dari salah satu orang yang membutuhkan bantuanku.
“Ini dengan Noval si pengusir hantu?” kata si pelanggan.
“Iya ada yang bisa saya bantu?” kata Noval.
“Tolong usirkan hantu di SMA Garuda bisa?” katanya lagi
“Bisa, berapa banyak yang akan kau bayar jika aku sudah bisa mengusirnya?” kata Noval.
“Bagaimana dengan 2 juta? Apakah kau sanggup? Aku sudah putus asa, karenanya banyak murid-murid yang pindah sekolah dan sekolah terancam akan ditutup jika jumlah murid tidak memenuhi standard.
“Hmmm.. baiklah” kata Noval
“Kapan aku harus mengirim uangnya?” kata pelanggan.
“Kau tidak perlu terburu-buru, aku dibayar jika aku sudah bisa mengusir hantunya.” Kata Noval
“Aku suka dengan cara kerjamu! Baiklah akan aku kirim alamat sekolahnya.” Kata pelanggan.
          Saat alamat sudah dikirim, aku langsung pergi kesana pada malam itu. Aku kesana dengan hati senang, karena aku akan dibayar dengan jumlah yang tidak sedikit. Saat aku tiba disana, aku mendengar bunyi decitan pintu, namun aku tidak takut malah aku menyuruhnya keluar.
Brak.... (bunyi pintu di gebrak)
“Sini, keluar kau 2 juta ku!” kataku bersemangat.
Aku mengelilingi lorong dan bertemu dengan hantu yang dimaksud. Hantu tersebut adalah wanita, namun dia memakai pakaian sekolah. Aku langsung menghajarnya namun hantu tersebut sepertinya cukup kuat.
“Pantas saja hantu ini harganya mahal” kataku sambil mengusap ujung bibir yang berdarah.
“Hei... apa katamu? Hantu mahal? Aku ini manusia tahu!” kata hantu tersebut.
“Apa? Manusia? Hahahah...” aku tertawa terbahak-bahak, karena jelas dia adalah seorang hantu.
“Hei.. kenapa kau tertawa? Kau mengejekku?” kata hantu tersebut.
          Hantu tersebut terlihat sangat kesal lalu menghampiri dan akan menghajarku. Namun aku tidak menyerah begitu saja. Aku dan hantu tersebut bergelut dengan sengit. Namun pada malam itu aku kalah, lalu aku pulang kerumah dan berjanji pada diri sendiri bahwa aku akan kembali ke sekolah itu.
          Pada malam berikutnya, aku mencari hantu itu lagi. Namun hantu tersebut tidak terlihat batang hidungnya. Tetapi, aku mendengar suara jeritan. Suara itu berasal dari hantu wanita yang kemarin berkelahi denganku. Aku melihat hantu yang sangat menyeramkan. Hantu tersebut terlihat ingin mencelakai hantu wanita tersebut. Dengan otomatis aku menghajar hantu menyeramkan itu. Namun hantu itu terlihat cukup kuat. Aku tidak sanggup jika aku menghajarnya sendirian, namun ternyata hantu wanita tersebut membantuku menghajarnya. Aku dengan sekuat tenaga menghajar hantu menyeramkan itu. Namun, hantu wanita tadi bisa melihat kelemahan hantu lain. Hantu wanita tadi berteriak menyebutkan kelemahan hantu menyeramkan tadi. Sehingga aku bisa dengan mudah memusnahkan hantu menyeramkan tadi. Lalu aku berhighfive dengan hantu tadi.
“Aku ingin mengaku, sebenarnya aku yang memanggilmu kesini. Aku meminta bantuanmu untuk mengusir hantu tadi. Karena aku tahu, aku tidak bisa mengusirnya sendirian.” Kata hantu itu.
“Tidak apa-apa asal kau membayarku 2 juta. Sesuai dengan perjanjian.” Kata Noval.
“Bagaimana aku membayar? Aku saja tidak mempunyai uang sepersen pun.” Kata hantu tadi.
“Haa?? Lalu uang 2 jutaku bagaimana?” kata Noval
“Yasudah ikhlaskan saja. Toh tadi aku juga ikut membantu.” Kata hantu tadi sambil tertawa.
“Tidak! Aku bukan donasi amal. Jika kau tidak membayar, kau harus bekerja denganku. Karena sepertinya kau akan berguna.”kataku.
“Hmm... baiklah. Tapi kau juga harus membantuku mencari ingatanku. Sebenarnya aku lupa dengan namaku. Namun, di seragamku tertulis Salsa. Kau bisa memanggilku Salsa.” Kata Salsa
“Baiklah Salsa, kau harus bekerja denganku 1 bulan ke depan.” Kata Noval
          Salsa akhirnya menjadi teman Noval satu-satunya. Dia selalu mengikuti Noval kemana-mana. Salsa sangat membantu sekali, terutama saat mengusir hantu. Namun lama kelamaan tumbuhlah benih cinta mereka. Walaupun Salsa duluan yang menyukai Noval, namun sebenarnya Noval juga memendam rasa itu. Karena, Noval sadar bahwa dia dan Salsa adalah beda alam. Akhirnya Noval memendamnya.
          Hingga suatu hari, tiba-tiba Salsa menghilang. Noval telah mencarinya kemana-mana namun tidak bertemu. Hingga suatu saat Noval pergi ke rumah sakit untuk berobat. Lalu dia menemukan pasien yang bernama Salsa. Dia langsung berlari kearah Salsa dan memeluknya. Salsa pun langsung ingat dengan Noval dan membalas pelukannya.
          Ternyata Salsa bukan hantu, tetapi roh yang sedang mencari badannya. Sehingga Noval bisa tenang dan mengutarakan perasaannya.

1 komentar:

  1. Hiihh horor!
    Cara penulisan dialog yang Anda lakukan tidak konsisten. Coba bandingkan dengan revisi yang saya lakukan berikut.

    Antara Ada dan Tiada

    Wanita muda itu terkapar di sudut kamar. Matanya nanar...
    "Didiiiiinnnnn!" Tiba-tiba ia seperti memanggil sebuah nama. Melengking, keras. Namun, kemudian hilang ditelan parau.
    “Aku sudah berhasil mengusirnya, sekarang kau hanya perlu membayarku dengan jumlah yang telah kita sepakati.”
    “Wahh.. kau anak muda, aku sempat meremehkanmu. Namun ternyata kau cukup hebat ya. Sekarang Didin pasti hidup dengan tenang di alamnya, ” katanya sambil tersenyum namun dengan mengusap air matanya.
    “Terimakasih Pak, sekarang istri Bapak harus istirahat karena pasti tenaganya terkuras karena dirasuki tadi, ” kataku sambil tersenyum.

    Aku Noval, aku adalah mahasiswa di sebuah universitas yang ada di Kota Magelang. Aku termasuk orang pintar namun sangat susah untuk bergaul. Bukan karena apa-apa, melainkan karena aku bisa melihat hantu. Ya hantu, teman-teman biasa menganggapku aneh karena kelebihanku ini. Namun, aku tidak terlalu menanggapi pusing. Malah, aku lebih nyaman seperti ini. Hidup sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Ibuku meninggal saat aku masih usia 5 tahun. Beliau meninggal karena tertabrak mobil pada saat ingin menyebrang jalan. Ibuku meninggal tepat di depan mataku, aku melihatnya dia tidak tertabrak, akan tetapi didorong oleh makhluk tak kasat mata. Ayahku pun tahu akan hal itu, lalu dia mencari hantu itu dan tidak kembali sampai sekarang.

    Aku bertahan hidup sampai sekarang karena bekerja sebagai pengusir hantu. Entah mengapa aku selalu bisa mengusir hantu dengan menyerangnya seperti orang berkelahi. Biasanya, hantu tidak bisa dipegang bukan? Entah mengapa beberapa hantu di sekitarku ini bisa aku usir dengan berkelahi dengannya. Di usiaku ini aku termasuk orang yang dewasa. Aku tidak suka dengan alkohol, merokok, dan menghambur-hamburkan uang. Aku lebih memilih menabung uang untuk biaya operasi mata agar tidak dapat melihat hantu lagi.

    Malam hari aku mendapat satu panggilan dari salah satu orang yang membutuhkan bantuanku.
    “Ini dengan Noval si pengusir hantu? ” kata si pelanggan.
    “Iya ada yang bisa saya bantu? ” kata Noval.
    “Tolong usirkan hantu di SMA Garuda bisa? ” katanya lagi
    “Bisa, berapa banyak yang akan kau bayar jika aku sudah bisa mengusirnya? ” kata Noval.
    “Bagaimana dengan 2 juta? Apakah kau sanggup? Aku sudah putus asa, karenanya banyak murid-murid yang pindah sekolah dan sekolah terancam akan ditutup jika jumlah murid tidak memenuhi standar.

    “Hmmm.. baiklah, ” kata Noval
    “Kapan aku harus mengirim uangnya? ” kata pelanggan.
    “Kau tidak perlu terburu-buru, aku dibayar jika aku sudah bisa mengusir hantunya, ” kata Noval.
    “Aku suka dengan cara kerjamu! Baiklah akan aku kirim alamat sekolahnya, ” kata pelanggan.
    Saat alamat sudah dikirim, aku langsung pergi ke sana pada malam itu. Aku kesana dengan hati senang, karena aku akan dibayar dengan jumlah yang tidak sedikit. Saat aku tiba di sana, aku mendengar bunyi decitan pintu, namun aku tidak takut malah aku menyuruhnya keluar.

    Brak.... (bunyi pintu digebrak)
    “Sini, keluar kau 2 jutaku! ” kataku bersemangat.
    Aku mengelilingi lorong dan bertemu dengan hantu yang dimaksud. Hantu tersebut adalah wanita, namun dia memakai pakaian sekolah. Aku langsung menghajarnya namun hantu tersebut sepertinya cukup kuat.

    “Pantas saja hantu ini harganya mahal, ” kataku sambil mengusap ujung bibir yang berdarah.
    “Hei... apa katamu? Hantu mahal? Aku ini manusia tahu!” kata hantu tersebut.
    “Apa? Manusia? Hahahah..., ” aku tertawa terbahak-bahak karena jelas dia adalah seorang hantu.
    “Hei.. kenapa kau tertawa? Kau mengejekku?” kata hantu tersebut.
    Hantu tersebut terlihat sangat kesal lalu menghampiri dan akan menghajarku. Namun, aku tidak menyerah begitu saja. Aku dan hantu tersebut bergelut dengan sengit. Namun pada malam itu aku kalah, lalu aku pulang kerumah dan berjanji pada diri sendiri bahwa aku akan kembali ke sekolah itu.

    BalasHapus